Mencoba mengutip nasihat Dr. ‘Aidh al-Qarni, MA dari buku “Tips Belajar Para Ulama” (buku terjemahan, saya sudah jelaskan disini). Berikut kutipan nasihat beliau, dengan judul “Wahai Penuntut Ilmu, Berhati-hatilah dalam Berfatwa”:
Fatwa merupakan masalah yang sangat genting. Sebab, ia merupakan ‘tanda tangan rekomendasi’ dari Robb semesta alam. Oleh karena itu, berhati-hatilah jangan sampai terburu-buru memberi fatwa dan membinasakan diri di dalamnya. Hendaklah Anda berpegang pada kata-kata ‘Saya tidak tahu’. Kata-kata ini, di mata orang-orang yang bertakwa dan waro’, ibarat air yang dingin.
Begitulah nasihat beliau. Singkat namun sangat mengena. Mudah-mudahan kita tidak menjadi orang yang memaksakan diri, berlagak sebagai mufti yang faqih, padahal shahih bukhari pun jarang dibaca apalagi dihafal. Wallahu waliyyut taufiq.
Muhammad Abduh
Banjarmasin, 22 September 2010




ya, sepakat